Showing posts with label Palestina. Show all posts
Showing posts with label Palestina. Show all posts

Oct 21, 2011

“Indonesia Bersama Palestina” Bergemuruh di Gaza Palestina

Relawan Mer-C Beri Sambutan Di Gaza
Selasa, 18 Oktober 2011 merupakan hari bersejarah bagi perjuangan rakyat Palestina. Sebanyak 477 tahanan Palestina akhirnya bisa bernafas lega setelah bertahun-tahun berada dalam penjara zionis Israel. Pertukaran 1.027 tahanan Palestina dengan seorang tentara Israel berpangkat sersan “Gilad Shalit” telah mencapai tahap pertamanya. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung dua bulan mendatang dengan sisa 550 tahanan yang akan dibebaskan kemudian.

Bertempat di lapangan hijau Katibah Gaza City, digelar acara penjemputan bagi para tahanan rakyat Palestina yang berhasil dibebaskan pada tahap pertama. Keharuan dan banjir air mata tak dapat dihindarkan ketika rakyat Palestina di Gaza menyambut kembalinya sanak keluarga mereka yang sudah sekian lama mendekam di penjara-penjara zionis Israel. Enam relawan Indonesia turut menjadi saksi peristiwa bersejarah ini. Bahkan relawan MER-C diberi kesempatan untuk memberikan sambutannya sebagai wakil dari Indonesia.

***

Sejak pukul 09.00 pagi waktu Gaza, puluhan ribu masyarakat Gaza telah memadati setiap sudut lapangan hijau “Katibah” dan area sekitarnya. Ribuan pasukan keamanan pun terlihat bersiaga penuh di sudut jalan-jalan utama pusat kota Gaza dengan berseragam lengkap. Dari pasukan berkuda, pasukan bermotor dan truk-truk pengangkut terlihat sibuk lalu lalang mempersiapkan pengamanan. Berbeda dengan pasukan keamanan di negara-negara lainnya, pasukan keamanan di Jalur Gaza mayoritas menggunakan penutup wajah.

Menurut salah seorang anggota mereka, aksesoris penutup wajah ini bukan sekedar sebagai langkah “ribat” (red: kehati-hatian) melainkan juga untuk menghindari penyakit “riya” (red: ingin dipuji) saat mereka bertugas.

Para “mantan” tahanan semula dijadwalkan akan tiba di tempat acara pukul 09.00 waktu Gaza. Jadwal ini ternyata mengalami keterlambatan karena adanya beberapa hambatan dan akhirnya baru tiba sekitar pukul 16.50. Para tahanan ini dikabarkan keluar dari penjara Israel melalui pintu perbatasan antara Israel dan Mesir. Kemudian konvoi masuk ke kota Gaza melalui pintu perbatasan Rafah –perbatasan antara Palestina dan Mesir. Tahanan yang dibebaskan telah menjalani lama penahanan yang berbeda-beda. Ada yang sudah ditahan selama 5 tahun, 15 tahun, 25 tahun bahkan ada yang sudah 35 tahun lamanya mendekam di penjara Israel.

Kedatangan mereka diawali dengan konvoi Perdana Menteri Ismail Haniya bersama beberapa Kementerian lainnya yang tiba pukul 15.50 waktu setempat. Namun tampaknya panitia penyelenggara sudah mengantisipasi keterlambatan ini. Selama menunggu kedatangan Perdana Mentri dan para tahanan ini, para pengunjung dihibur dengan berbagai pertunjukan. Mulai dari konser para munsyid (red: penyanyi nasyid) yang membawakan lagu-lagu pembangkit semangat, puisi-puisi mengunggah yang dibawakan oleh bocah-bocah cilik Gaza, dan seni tari tradisional “dabka” yang juga dibawakan oleh anak-anak.

Mengingat acara ini adalah perayaan tercapainya “kesepakatan terbesar” dalam sejarah perjuangan rakyat Gaza, maka tidak tanggung-tanggung grup nasyid asal Yordania yang sedang naik daun di wilayah Arab pun hadir untuk mengibur masyarakat Gaza.

***

Relawan Indonesia Beri Sambutan di Acara Pembebasan Tahanan Palestina

Enam Relawan MER-C yang tengah bertugas mengawal proses pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza turut hadir dan menjadi saksi pertukaran tahanan terbesar sepanjang sejarah. “Kami merasa bersyukur bisa berada di tengah-tengah mereka ketika mereka berbahagia,” ungkap Abdillah Onim, salah seorang relawan MER-c Indonesia yang juga Ketua MER-C Cabang Gaza, Palestina.

Bahkan yang sangat mengharukan sekaligus membanggakan, tambah Abdillah, relawan Indonesia mendapat kehormatan untuk naik ke atas panggung dan memberikan sambutan dihadapan ratusan ribu rakyat Palestina yang memenuhi lapangan Katibah.

“Allaahu Akbar….Allaahu Akbar….Allaahu Akbar…”

Gemuruh suara takbir puluhan ribu masyarakat Gaza bergema di lapangan Katibah. Namun kali ini bukan pimpinan Hamas ataupun Fatah yang mengomandoi pekikan takbir tersebut. Bukan pula sang Perdana Menteri Ismail Haniya. Melainkan Abdurahman bin Kartono, salah seorang relawan MER-C Indonesia asal Wonogiri Jawa Tengah memberikan sambutan mewakili Indonesia di acara akbar ini.

Abdurrahman naik ke atas panggung didampingi oleh Ir. Edy Wahyudi dan Darusman yang masing-masing membawa bendera Indonesia dan Palestina. Kdua bendera ini dikibarkan selama wakil dari Indonesia memberikan sambutannya. Gema takbir seakan memecah lapangan Hijau Katibah di Gaza City ketika nama Indonesia disebutkan. Pekikan “Indonesia bersama Palestina, menyambut para tahanan” pun bergemuruh di lapangan Katibah.

“Kami mewakili rakyat Indonesia yang berkesempatan hadir di acara ini mengucapkan selamat datang kepada para tahanan yang bebas dan salam dari rakyat Indonesia. Ingatlah wahai rakyat Palestina bahwa kami atas nama 200 juta muslim Indonesia akan terus berjuang bersama kalian untuk kebebasan Palestina. Kami sampaikan salam dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza,” teriak Abdurrahman penuh semangat.

***

Ismail Haniya: Terima kasih kepada berbagai Pihak yang telah Merealisasikan Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Acara hari itu mencapai puncaknya ketika Perdana Menteri Ismail Haniya menaiki panggung acara yang diikuti oleh 292 “mantan” tahanan laki-laki dan 1 “mantan” tahanan perempuan yang akhirnya bisa bernafas lega setelah bertahun-tahun mengalami penahanan oleh zionis Israel. Serentak para hadirin pun berdiri dari tempat duduknya dan menggemakan takbir yang kali ini dipimpin langsung oleh sang Perdana Menteri.

Lapangan Katibah yang pada siang hari hanya dipadati oleh puluhan ribu partisipan ini, pada sore hari membludak mencapai 200 ribu lebih –menurut laporan resmi panitia penyelenggara-. Tetesan air mata kebebasan mereka diiringi oleh tetesan air mata 200 ribu lebih masyarakat Gaza yang membanjiri lapangan Katibah. Takbir terdengar mengelegar bersahut-sahutan menggetarkan bangunan-bangunan disekitarnya. Tampak juga ratusan penghuni rusun sekitar area ikut bersorak memadati atap-atap rumah dan balkon-balkon mereka.

Seolah lupa akan berbagai penderitaan yang bertahun-tahun membebani punggung-punggung mereka, sore hari itu seluruh masyarakat Gaza akhirnya mengirup angin kebebasan yang baru bisa dihirup oleh ratusan saudara mereka hari itu. Seluruh hadirin tenggelam dalam suka cita. Semua berbahagia.

Panitia kemudian membacakan satu persatu nama dan profil para mantan tahanan. Acara dilanjutkan dengan berbagai sambutan dari anggota Parlemen. Ketika sampai kepada giliran pidato dari Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, para hadirin kembali bersorak.

Dalam pidatonya, Ismail Haniya menyampaikan bahwa pencapaian kesepakatan ini adalah merupakan titik perubahan strategi konflik Palestina. Ini juga merupakan salah satu buah dari kesabaran, perlawanan dan perjuangan selama ini. Sebelum menutup pidatonya, Ismail Haniya juga mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-sebesarnya terhadap bebagai pihak yang berhasil merealisasikan kesepakatan pertukaran tahanan ini terutama kepada Pemerintah baru Mesir.

Selama acara berlangsung, pesawat jet F16 terlihat terbang rendah mengililigi kota Gaza. Namun hal ini tidak mengurangi antusiasme warga Gaza untuk mengikuti acara penyambutan tahanan yang dikoordinir oleh Pemerintahan Hamas. Kubu Fatah tak ketinggalan juga tampak hadir. (mer-c)

Oct 12, 2011

MER-C Konferensi Internasional Palestina Tehran Iran

Atas undangan Parlemen Islam Iran, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan mengikuti “5th International Conference for Support Palestine” yang digelar di Tehran Iran pada 1 – 2 Oktober 2011 lalu. MER-C menjadi satu dari sedikit NGO yang menghadiri konferensi akbar untuk pembebasan Palestina yang sebagian besar dihadiri oleh para pejabat, parlemen dan tokoh masyarakat dari sekitar 44 negara.

Salah satu hasil dari konferensi ini adalah akan diadakan karavan darat yang direncanakan pada bulan Maret 2012 mendatang. Karavan darat yang diberi nama “Global March to Jerussalem” akan dimulai dari India menuju Yordania kemudian melewati jembatan Allenby -menghubungkan antara Yordania dan Tepi Barat Palestina- menuju Jerussalem. Sebelumnya pada akhir 2010 hingga awal 2011 lalu karavan serupa sudah pernah dilakukan dengan target akhir memasuki Jalur Gaza. Kali ini, sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang belum kunjung didapat, akan diadakan karavan darat kembali dengan target akhir adalah Jerussalem.

Selain bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan mengembalikan Jerussalem sebagai ibukota Palestina , “Global March to Jerussalem” juga merupakan bentuk penantangan masyarakat sipil internasional terhadap arogansi zionis Israel selama ini. Jerussalem dipilih karena merupakan kota suci bagi 3 agama. Aktifis kemanusiaan dan perdamaian serta tokoh masyarakat lintas agama, lintas bangsa dari berbagai negara akan mengikuti “Global March to Jerussalem”. Walaupun lebih beresiko namun karavan ini sangat menantang bagi orang-orang yang cinta pada perdamaian dan kemanusiaan .

Pada karavan darat sebelumnya yang diberi nama “Asia to Gaza Solidarity Caravan”, Indonesia mengirimkan 12 delegasi dimana relawan MER-C juga turut dalam karavan ini. Karena tujuan karavan ini adalah membuka blokade Gaza, maka rute yang dilalui saat itu adalah India, Iran, Turki , Lebanon, lalu Suriah melalui pelabuhan Latakia menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Al Arish di Mesir. Karavan kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke Gaza. Meski sempat mengalami keterlambatan dari jadwal yang sudah ditentukan akibat perizinan yang cukup sulit, namun akhirnya para peserta k aravan bisa mencapai tanah Gaza.

Keikutsertaan masyarakat Indonesia kembali diharapkan pada caravan untuk Palestina berikutnya -“Global M arch to Jerussalem” – karena merupakan bentuk dukungan dan partisipasi bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sebagai salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, saat ini MER-C juga tengah melakukan proses pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza (Palestina) yang dananya berasal dari sumbangan rakyat Indonesia. Lokasi RS Indonesia tepatnya di Bayt Lahiya Gaza Utara. Sebanyak 6 relawan sudah hampir 1 tahun ini bertugas di Gaza untuk mengawasi langsung proses pembangunan RS Indonesia yang konstruksinya sudah mencapai 45%.

Sumber: Dakwatuna