Showing posts with label Kemanusiaan. Show all posts
Showing posts with label Kemanusiaan. Show all posts

Oct 21, 2011

Layani 1.037 Orang Indosat & PKPU Prosmiling di Padang Pariaman

Prosmiling Indosat & PKPU di Padang Pariaman
Pelayanan tanpa kenal henti. Itulah yang dilakukan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Padang bersama dengan PT Indosat untuk meningkatkan mutu kesehatan di tengah masyarakat Sumatera Barat. Melalui Program Kesehatan Masyarakat Keliling (Prosmiling), PKPU bersama PT Indosat memberikan pelayanan kesehatan dengan menembus kantong-kantong komunitas minus pelayanan. 

Dalam Enam kali aksi pelayanan kesehatan dilakukan secara maraton dalam bulan ini mampu memberikan pelayanan kepada lebih 1.037 orang baik dalam bentuk pengobatan umum, pemeriksaan kehamilan, program makanan tambahan, penimbangan balita dan penyuluhan kesehatan.

Kegiatan itu dipusatkan di sejumlah lokasi pemukiman masyarakat yang relatif jauh dari akses pusat kesehatan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman yaitu Seberang Pangalangan, Bungus Teluk Kabung, Binuang Pauh Padang, Berok Nanggalo Padang, Pantai Air Manis dan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman. Setiap kali aksi dilaksanakan, terdapat 150-200 masyarakat memanfaatkan layanan ini.

Aksi ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Direncanakan Prosmiling ini akan berlangsung hingga Februari 2012 mendatang dengan target terselenggara di 42 titik lokasi di daerah- daerah Sumatera Barat. Program ini sudah dua tahun dilaksanakan PKPU bersama Indosat dan berlangsung suskes. Di tahun 2010 saja mampu menjangkau 72 titik pelayanan dan dirasakan manfaatnya sektiar 15 ribuan pasien.

Koordinator Prosmiling PKPU Padang, Ramdan Dalni Akbar mengungkapkan, antusias masyarakat cukup positif menyambut setiap aksi tersebut digelar PKPU bersama dengan Indosat. Seperti aksi terakhir digelar di Berok Nanggalo Padang dengan berlokasi di Pos Kamling Kelurahan setempat ternyata tidak menghalangi animo masyarakat untuk datang memeriksakan kesehatan. Di samping itu PKPU juga mengadakan program makanan tambahan bagi Balita di samping layanan pengobatan umum.

Ibu Hasanah, salah seorang warga Berok mengungkapkan kehadiran Prosmiling ini sangat membantu masyarakat untuk berobat. Pelayanan diberikan juga cepat dan tidak perlu antri terlalu lama. Perasaan senang ini tak lepas dari kemudahan masyarakat mengakses lokasi aksi kesehatan tanpa perlu mengeluarkan ongkos dan meninggalkan keluarga terlalu lama.

Tim medis dengan cekatan memberikan pelayanan berdasarkan urutan. Bahkan di antara peserta terlihat beberapa PNS berseragam menyempatkan diri pada jam pulang kerja ikut menikmati layanan ini. Untuk informasi program bisa menghubungi PKPU Padang Jl By Pass No 16 B Pasar Ambacang, Kuranji, Padang Telp/Fax. 0751-779260. (PKPU/Elfiyon Julinit/Padang)

“Indonesia Bersama Palestina” Bergemuruh di Gaza Palestina

Relawan Mer-C Beri Sambutan Di Gaza
Selasa, 18 Oktober 2011 merupakan hari bersejarah bagi perjuangan rakyat Palestina. Sebanyak 477 tahanan Palestina akhirnya bisa bernafas lega setelah bertahun-tahun berada dalam penjara zionis Israel. Pertukaran 1.027 tahanan Palestina dengan seorang tentara Israel berpangkat sersan “Gilad Shalit” telah mencapai tahap pertamanya. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung dua bulan mendatang dengan sisa 550 tahanan yang akan dibebaskan kemudian.

Bertempat di lapangan hijau Katibah Gaza City, digelar acara penjemputan bagi para tahanan rakyat Palestina yang berhasil dibebaskan pada tahap pertama. Keharuan dan banjir air mata tak dapat dihindarkan ketika rakyat Palestina di Gaza menyambut kembalinya sanak keluarga mereka yang sudah sekian lama mendekam di penjara-penjara zionis Israel. Enam relawan Indonesia turut menjadi saksi peristiwa bersejarah ini. Bahkan relawan MER-C diberi kesempatan untuk memberikan sambutannya sebagai wakil dari Indonesia.

***

Sejak pukul 09.00 pagi waktu Gaza, puluhan ribu masyarakat Gaza telah memadati setiap sudut lapangan hijau “Katibah” dan area sekitarnya. Ribuan pasukan keamanan pun terlihat bersiaga penuh di sudut jalan-jalan utama pusat kota Gaza dengan berseragam lengkap. Dari pasukan berkuda, pasukan bermotor dan truk-truk pengangkut terlihat sibuk lalu lalang mempersiapkan pengamanan. Berbeda dengan pasukan keamanan di negara-negara lainnya, pasukan keamanan di Jalur Gaza mayoritas menggunakan penutup wajah.

Menurut salah seorang anggota mereka, aksesoris penutup wajah ini bukan sekedar sebagai langkah “ribat” (red: kehati-hatian) melainkan juga untuk menghindari penyakit “riya” (red: ingin dipuji) saat mereka bertugas.

Para “mantan” tahanan semula dijadwalkan akan tiba di tempat acara pukul 09.00 waktu Gaza. Jadwal ini ternyata mengalami keterlambatan karena adanya beberapa hambatan dan akhirnya baru tiba sekitar pukul 16.50. Para tahanan ini dikabarkan keluar dari penjara Israel melalui pintu perbatasan antara Israel dan Mesir. Kemudian konvoi masuk ke kota Gaza melalui pintu perbatasan Rafah –perbatasan antara Palestina dan Mesir. Tahanan yang dibebaskan telah menjalani lama penahanan yang berbeda-beda. Ada yang sudah ditahan selama 5 tahun, 15 tahun, 25 tahun bahkan ada yang sudah 35 tahun lamanya mendekam di penjara Israel.

Kedatangan mereka diawali dengan konvoi Perdana Menteri Ismail Haniya bersama beberapa Kementerian lainnya yang tiba pukul 15.50 waktu setempat. Namun tampaknya panitia penyelenggara sudah mengantisipasi keterlambatan ini. Selama menunggu kedatangan Perdana Mentri dan para tahanan ini, para pengunjung dihibur dengan berbagai pertunjukan. Mulai dari konser para munsyid (red: penyanyi nasyid) yang membawakan lagu-lagu pembangkit semangat, puisi-puisi mengunggah yang dibawakan oleh bocah-bocah cilik Gaza, dan seni tari tradisional “dabka” yang juga dibawakan oleh anak-anak.

Mengingat acara ini adalah perayaan tercapainya “kesepakatan terbesar” dalam sejarah perjuangan rakyat Gaza, maka tidak tanggung-tanggung grup nasyid asal Yordania yang sedang naik daun di wilayah Arab pun hadir untuk mengibur masyarakat Gaza.

***

Relawan Indonesia Beri Sambutan di Acara Pembebasan Tahanan Palestina

Enam Relawan MER-C yang tengah bertugas mengawal proses pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza turut hadir dan menjadi saksi pertukaran tahanan terbesar sepanjang sejarah. “Kami merasa bersyukur bisa berada di tengah-tengah mereka ketika mereka berbahagia,” ungkap Abdillah Onim, salah seorang relawan MER-c Indonesia yang juga Ketua MER-C Cabang Gaza, Palestina.

Bahkan yang sangat mengharukan sekaligus membanggakan, tambah Abdillah, relawan Indonesia mendapat kehormatan untuk naik ke atas panggung dan memberikan sambutan dihadapan ratusan ribu rakyat Palestina yang memenuhi lapangan Katibah.

“Allaahu Akbar….Allaahu Akbar….Allaahu Akbar…”

Gemuruh suara takbir puluhan ribu masyarakat Gaza bergema di lapangan Katibah. Namun kali ini bukan pimpinan Hamas ataupun Fatah yang mengomandoi pekikan takbir tersebut. Bukan pula sang Perdana Menteri Ismail Haniya. Melainkan Abdurahman bin Kartono, salah seorang relawan MER-C Indonesia asal Wonogiri Jawa Tengah memberikan sambutan mewakili Indonesia di acara akbar ini.

Abdurrahman naik ke atas panggung didampingi oleh Ir. Edy Wahyudi dan Darusman yang masing-masing membawa bendera Indonesia dan Palestina. Kdua bendera ini dikibarkan selama wakil dari Indonesia memberikan sambutannya. Gema takbir seakan memecah lapangan Hijau Katibah di Gaza City ketika nama Indonesia disebutkan. Pekikan “Indonesia bersama Palestina, menyambut para tahanan” pun bergemuruh di lapangan Katibah.

“Kami mewakili rakyat Indonesia yang berkesempatan hadir di acara ini mengucapkan selamat datang kepada para tahanan yang bebas dan salam dari rakyat Indonesia. Ingatlah wahai rakyat Palestina bahwa kami atas nama 200 juta muslim Indonesia akan terus berjuang bersama kalian untuk kebebasan Palestina. Kami sampaikan salam dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza,” teriak Abdurrahman penuh semangat.

***

Ismail Haniya: Terima kasih kepada berbagai Pihak yang telah Merealisasikan Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Acara hari itu mencapai puncaknya ketika Perdana Menteri Ismail Haniya menaiki panggung acara yang diikuti oleh 292 “mantan” tahanan laki-laki dan 1 “mantan” tahanan perempuan yang akhirnya bisa bernafas lega setelah bertahun-tahun mengalami penahanan oleh zionis Israel. Serentak para hadirin pun berdiri dari tempat duduknya dan menggemakan takbir yang kali ini dipimpin langsung oleh sang Perdana Menteri.

Lapangan Katibah yang pada siang hari hanya dipadati oleh puluhan ribu partisipan ini, pada sore hari membludak mencapai 200 ribu lebih –menurut laporan resmi panitia penyelenggara-. Tetesan air mata kebebasan mereka diiringi oleh tetesan air mata 200 ribu lebih masyarakat Gaza yang membanjiri lapangan Katibah. Takbir terdengar mengelegar bersahut-sahutan menggetarkan bangunan-bangunan disekitarnya. Tampak juga ratusan penghuni rusun sekitar area ikut bersorak memadati atap-atap rumah dan balkon-balkon mereka.

Seolah lupa akan berbagai penderitaan yang bertahun-tahun membebani punggung-punggung mereka, sore hari itu seluruh masyarakat Gaza akhirnya mengirup angin kebebasan yang baru bisa dihirup oleh ratusan saudara mereka hari itu. Seluruh hadirin tenggelam dalam suka cita. Semua berbahagia.

Panitia kemudian membacakan satu persatu nama dan profil para mantan tahanan. Acara dilanjutkan dengan berbagai sambutan dari anggota Parlemen. Ketika sampai kepada giliran pidato dari Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, para hadirin kembali bersorak.

Dalam pidatonya, Ismail Haniya menyampaikan bahwa pencapaian kesepakatan ini adalah merupakan titik perubahan strategi konflik Palestina. Ini juga merupakan salah satu buah dari kesabaran, perlawanan dan perjuangan selama ini. Sebelum menutup pidatonya, Ismail Haniya juga mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-sebesarnya terhadap bebagai pihak yang berhasil merealisasikan kesepakatan pertukaran tahanan ini terutama kepada Pemerintah baru Mesir.

Selama acara berlangsung, pesawat jet F16 terlihat terbang rendah mengililigi kota Gaza. Namun hal ini tidak mengurangi antusiasme warga Gaza untuk mengikuti acara penyambutan tahanan yang dikoordinir oleh Pemerintahan Hamas. Kubu Fatah tak ketinggalan juga tampak hadir. (mer-c)

Oct 12, 2011

MER-C Konferensi Internasional Palestina Tehran Iran

Atas undangan Parlemen Islam Iran, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan mengikuti “5th International Conference for Support Palestine” yang digelar di Tehran Iran pada 1 – 2 Oktober 2011 lalu. MER-C menjadi satu dari sedikit NGO yang menghadiri konferensi akbar untuk pembebasan Palestina yang sebagian besar dihadiri oleh para pejabat, parlemen dan tokoh masyarakat dari sekitar 44 negara.

Salah satu hasil dari konferensi ini adalah akan diadakan karavan darat yang direncanakan pada bulan Maret 2012 mendatang. Karavan darat yang diberi nama “Global March to Jerussalem” akan dimulai dari India menuju Yordania kemudian melewati jembatan Allenby -menghubungkan antara Yordania dan Tepi Barat Palestina- menuju Jerussalem. Sebelumnya pada akhir 2010 hingga awal 2011 lalu karavan serupa sudah pernah dilakukan dengan target akhir memasuki Jalur Gaza. Kali ini, sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang belum kunjung didapat, akan diadakan karavan darat kembali dengan target akhir adalah Jerussalem.

Selain bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan mengembalikan Jerussalem sebagai ibukota Palestina , “Global March to Jerussalem” juga merupakan bentuk penantangan masyarakat sipil internasional terhadap arogansi zionis Israel selama ini. Jerussalem dipilih karena merupakan kota suci bagi 3 agama. Aktifis kemanusiaan dan perdamaian serta tokoh masyarakat lintas agama, lintas bangsa dari berbagai negara akan mengikuti “Global March to Jerussalem”. Walaupun lebih beresiko namun karavan ini sangat menantang bagi orang-orang yang cinta pada perdamaian dan kemanusiaan .

Pada karavan darat sebelumnya yang diberi nama “Asia to Gaza Solidarity Caravan”, Indonesia mengirimkan 12 delegasi dimana relawan MER-C juga turut dalam karavan ini. Karena tujuan karavan ini adalah membuka blokade Gaza, maka rute yang dilalui saat itu adalah India, Iran, Turki , Lebanon, lalu Suriah melalui pelabuhan Latakia menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Al Arish di Mesir. Karavan kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke Gaza. Meski sempat mengalami keterlambatan dari jadwal yang sudah ditentukan akibat perizinan yang cukup sulit, namun akhirnya para peserta k aravan bisa mencapai tanah Gaza.

Keikutsertaan masyarakat Indonesia kembali diharapkan pada caravan untuk Palestina berikutnya -“Global M arch to Jerussalem” – karena merupakan bentuk dukungan dan partisipasi bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sebagai salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, saat ini MER-C juga tengah melakukan proses pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza (Palestina) yang dananya berasal dari sumbangan rakyat Indonesia. Lokasi RS Indonesia tepatnya di Bayt Lahiya Gaza Utara. Sebanyak 6 relawan sudah hampir 1 tahun ini bertugas di Gaza untuk mengawasi langsung proses pembangunan RS Indonesia yang konstruksinya sudah mencapai 45%.

Sumber: Dakwatuna

Oct 8, 2011

Dukung Aksi Indonesia Bantu Somalia

Tim Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS), yakni kumpulan organisasi kemanusiaan yang merespons krisis pangan di Somalia, Afrika, Senin (3/10/2011) pagi, diterima Direktur Afrika, Andrajati di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, jalan Pejambon, Jakarta.  Andrajati menyatakan dukungannya terhadap usulan KISS untuk menyelenggarakan konferensi perdamaian Somalia di Jakarta dan pelayaran kapal kemanusiaan Indonesia ke Somalia.

Empat anggota Tim Kemanusiaan Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia, terdiri dari Direktur Eksekutif KISS Syuhelmaidi Syukur, Action Team KISS N. Imam Akbari, Deputi Ketua Board of Committee KISS Ahyudin dan Koordinator Komunikasi KISS Iqbal Setyarso, bersama Andrajati, menjajaki proses lanjutan dari aksi kemanusiaan yang telah dilakukan secara bergelombang oleh sejumlah lembaga kemanusiaan Indonesia, antara lain: Aksi Cepat Tanggap (ACT), Dompet Dhuafa (DD), Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU). Lembaga lainnya, meski tidak menurunkan tim, berpartisipasi mendukung KISS, antara lain Bank Syariah Mandiri, Rumah Zakat, Bulan Sabit Merah Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sejumlah lembaga lain.

Deputi Ketua Board of Committee KISS Ahyudin menjelaskan, peran Indonesia di Somalia tidak kalah dibanding Turki atau negara-negara Timur Tengah yang mungkin lebih banyak menyumbangkan uangnya.

“Kehadiran kita, amat bermakna. Kita datang dari negeri yang jauh dari Somalia, tapi kita demi persaudaraan, mau menolong mereka. Mereka terharu dan bahagia menerima kita. Berbeda dengan negara-negara kaya di dekat mereka. Selain itu, Indonesia tidak sekadar berbagi, tapi bersama-sama mereka, serius mencoba mengatasi masalah di Somalia,” ungkap Ahyudin yang juga presiden ACT – lembaga inisiator KISS.

Kehadiran konferensi internasional di Jakarta, dan kapal kemanusiaan Indonesia ke Somalia, bagian dari upaya meletakkan pondasi penanganan krisis Somalia.

“Ini jalan diplomatik  yang sangat baik, mengharumkan Indonesia karena insya Allah, kita lebih diterima masyarakat di Somalia karena jejak sejarah Indonesia di masa lalu yang sukses menyuarakan pembelaan bangsa-bangsa di Afrika dari penjajahan. Meski kami dari lembaga non pemerintah, di pentas internasional, kami mewakili negeri ini. Merah putih yang kami kibarkan. Di setiap titik aksi kemanusiaan KISS, kami tinggalkan satu bendera merah putih. Mereka tidak keberatan mengibarkannya,” jelas Ahyudin yang sudah pernah terjun antara lain membawa bantuan rakyat Indonesia untuk pengungsi di luar negeri seperti di Afghanistan, Pakistan dan Kashmir ini.

Direktur Eksekutif KISS, Syuhelmaidi Syukur menambahkan, posisi Indonesia paling clear, tidak dimuati kepentingan apapun selain perdamaian dunia dan membantu penanganan masalah kemanusiaan di Somalia. Rakyat Somalia resisten bahkan anti terhadap simbol Barat, termasuk PBB.

"Itu artinya, kita bisa mendorong perdamaian di Somalia, agar setiap bantuan kemanusiaan tidak terkendala konflik dan ketegangan yang dipicu kelompok-kelompok bersenjata. Perdamaian, awal untuk membangun kembali Somalia menjadi lebih baik,” ujar Syuheilmaidi.

Kondisi terakhir, sebagaimana disaksikan N. Imam Akbari dari Action Team KISS, krisis keamanan masih menjadi masalah di Somalia. Pemerintah Somalia hanya efektif menjangkau pengungsi di wilayah radius empat kilometer di ibukotanya, Mogadishu. Padahal di luar itu di wilayah Somalia sendiri, masih banyak yang memerlukan bantuan.

“Kita bisa ke titik-titik tertentu di luar Mogadishu, bisa keluar tapi tidak bisa masuk. Akan ditangkap tentara Somalia karena ditengarai terkait dengan pihak El-Syabaab. Jadi, perdamaian menuju penciptaan stabilitas keamanan Somalia, harus simultan dengan penanganan krisis kemanusiaan. Tanpa itu, bantuan untuk rakyat Somalia tidak akan optimal,” ungkap Imam Akbari.

Sementara itu, Iqbal Setyarso koordinator Komunikasi sebagai volunteer KISS, merujuk data sekunder yang ada, mengungkapkan ironi Somalia.
“Sampai terbit buku direktori organisasi nonpemerintah di Somalia. Ada 300-an organisasi. Seperti Yellow Pages-nya nomor telepon Indonesia yang isinya juga memuat berbagai advertensi penunjang kelancaraan kerja kemanusiaan di Somalia, seperti rental kendaraan, kebutuhan logistik dan kebutuhan lainnya. Yang berputar  kencang di Somalia, ya dana-dana kemanusiaan,” ungkap Iqbal Setyarso yang juga redaktur pelaksana situs Islam khalifah.co. id.  ini.

Menyimak masukan KISS, Direktur Afrika, Andrajati, menyatakan mendukung gagasan konferensi perdamaian Somalia di Jakarta dan Kapal Kemanusiaan Indonesia.

“Gagasan ini mulia sekali. Kami sangat mendukung apa yang digagas  teman-teman Komite (KISS, Red.). Kami akan sampaikan ke Pak Menteri (Menlu RI), mudah-mudahan dalam waktu dekat, sudah ada respons positif terkait dengan semua usulan ini. Mohon dimaklumi, kalau karena alasan prosedural, responsnya terasa lambat. Kami juga menyampaikan apresiasi untuk teman-teman dari organisasi kemanusiaan yang sudah menyampaikan bantuan rakyat Indonesia untuk rakyat Somalia. Kalau ada yang bisa membantu lebih cepat, silakan diteruskan. Mudah-mudahan, kita sama-sama bisa berbuat yang terbaik,” ungkap Andrajati.(IS)

Sumber: ACT for Humanity